Analisis efektivitas biaya obat tipikal dan atipikal antipsikotika pada pasien Schizoprenia di rumah sakit jiwa Provinsi Jambi tahun 2012

  • Yuni Andriani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
  • Rifani Bhakti Natari Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi
  • Indah Pratiwi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Abstract

Abstrak


          Skizofrenia merupakan penyakit mental yang sangat serius dengan biaya pengobatan yang mahal karena skizofrenia membutuhkan pengobatan yang lama 1-5 tahun. Evaluasi farmakoekonomi dibutuhkan untuk mengevaluasi dan membandingkan total biaya yang dikeluarkan dari suatu pilihan terapi.


          Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan antipsikotik terhadap gambaran biaya yang dikeluarkan pasien rawat inap skizofrenia di RSJD Jambi tahun 2012. Penelitian dilakukan secara Retrospektif di tahun 2012 dengan mengikuti Kriteria Inklusi yang telah            Didapatkan 131 pasien skizofrenia yang termasuk Kriteria Inklusi yang kemudian diteliti berdasarkan analisis ACER dan ICER didapatkan Antipsikotik Tipikal dengan nilai ACER Rp 96.319/hari perawatan dengan lama perawatan 4 hari dan Antipsikotik Atipikal dengan nilai ACER Rp 108.806/hari perawatan dengan lama perawatan 2 hari. Berdasarkan perhitungan ICER didapatkan nilai Rp 12.487/hari perawatan kemudian dibandingkan dengan nilai Threshold Rp 279.513,-/hari. Nilai ICER masih sangat jauh dari nilai Threshold sehingga Antipsikotik atipikal dianggap sangat cost-effective dari segi biaya dan manfaatnya.


          Antipsikotik yang dianggap paling cost-effective pada pasien skizofrenia di instalasi rawat inap RSJD provinsi Jambi adalah Antipsikotik Atipikal dengan parameter hari perawatan yang lebih cepat sehingga akan mempengaruhi gambaran biaya perawatan dan biaya keseluruhan yang lebih efesien.          Penerapan PANSS diperlukan di RSJD provinsi Jambi untuk mengetahui seberapa efektif efek terapi obat antipsikotik dalam mengurangi gejala psikosis pasien skizofrenia di instalasi rawat inap.


Abstrak


          Skizofrenia merupakan penyakit mental yang sangat serius dengan biaya pengobatan yang mahal karena skizofrenia membutuhkan pengobatan yang lama 1-5 tahun. Evaluasi farmakoekonomi dibutuhkan untuk mengevaluasi dan membandingkan total biaya yang dikeluarkan dari suatu pilihan terapi.


          Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan antipsikotik terhadap gambaran biaya yang dikeluarkan pasien rawat inap skizofrenia di RSJD Jambi tahun 2012. Penelitian dilakukan secara Retrospektif di tahun 2012 dengan mengikuti Kriteria Inklusi yang telah            Didapatkan 131 pasien skizofrenia yang termasuk Kriteria Inklusi yang kemudian diteliti berdasarkan analisis ACER dan ICER didapatkan Antipsikotik Tipikal dengan nilai ACER Rp 96.319/hari perawatan dengan lama perawatan 4 hari dan Antipsikotik Atipikal dengan nilai ACER Rp 108.806/hari perawatan dengan lama perawatan 2 hari. Berdasarkan perhitungan ICER didapatkan nilai Rp 12.487/hari perawatan kemudian dibandingkan dengan nilai Threshold Rp 279.513,-/hari. Nilai ICER masih sangat jauh dari nilai Threshold sehingga Antipsikotik atipikal dianggap sangat cost-effective dari segi biaya dan manfaatnya.


          Antipsikotik yang dianggap paling cost-effective pada pasien skizofrenia di instalasi rawat inap RSJD provinsi Jambi adalah Antipsikotik Atipikal dengan parameter hari perawatan yang lebih cepat sehingga akan mempengaruhi gambaran biaya perawatan dan biaya keseluruhan yang lebih efesien.          Penerapan PANSS diperlukan di RSJD provinsi Jambi untuk mengetahui seberapa efektif efek terapi obat antipsikotik dalam mengurangi gejala psikosis pasien skizofrenia di instalasi rawat inap.

Published
2015-11-30
How to Cite
ANDRIANI, Yuni; NATARI, Rifani Bhakti; PRATIWI, Indah. Analisis efektivitas biaya obat tipikal dan atipikal antipsikotika pada pasien Schizoprenia di rumah sakit jiwa Provinsi Jambi tahun 2012. Tropharm (Trobosan Pharmacy), [S.l.], v. 1, n. 2, p. 58-62, nov. 2015. Available at: <http://jurnal.stikes-hi.ac.id/index.php/tropharm/article/view/297>. Date accessed: 01 dec. 2022.