Smart Health Village: Edukasi Sanitasi Leptospirosis Berbasis Komunitas melalui Pembuatan Spray Anti-Tikus Berbahan Fermentasi Mengkudu

Authors

  • Fitri Nadifah Program Studi Teknologi Laboratorium Medis STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
  • Indah Saphira M. Mateley Program Studi Teknologi Laboratorium Medis STIKES Guna Bangsa
  • Fransiska Yuniarti Ene Program Studi Teknologi Laboratorium Medis STIKES Guna Bangsa
  • Adelia Siska Jinengsih Program Studi Teknologi Laboratorium Medis STIKES Guna Bangsa
  • Nessa Octiria Program Studi Teknologi Laboratorium Medis STIKES Guna Bangsa
  • Adinda Fajar Karunia Program Studi Teknologi Laboratorium Medis STIKES Guna Bangsa
  • Meita Mahartika Program Studi Teknologi Laboratorium Medis STIKES Guna Bangsa
  • Arum Nuryati Program Studi Teknologi Laboratorium Medis STIKES Guna Bangsa
  • Hieronymus Rayi Prasetya Program Studi Teknologi Laboratorium Medis STIKES Guna Bangsa
  • Sri Murtiningrum RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta
  • Desto Arisandi Program Studi Teknologi Laboratorium Medis STIKES Guna Bangsa
  • Yuliana Prasetyaningsih Program Studi Teknologi Laboratorium Medis STIKES Guna Bangsa
  • Erik Risnawan Program Studi Teknologi Laboratorium Medis STIKES Guna Bangsa
  • Julianti Almudin Program Studi Teknologi Laboratorium Medis STIKES Guna Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.30644/x7sz2n02

Keywords:

leptospirosis, sanitasi, edukasi kesehatan, pengendalian tikus, mengkudu

Abstract

Leptospirosis merupakan zoonosis yang berkaitan erat dengan sanitasi lingkungan, keberadaan tikus, dan paparan air/tanah terkontaminasi. Di Kabupaten Sleman, kasus leptospirosis dilaporkan masih terjadi dan membutuhkan penguatan upaya pencegahan berbasis komunitas. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang leptospirosis serta memperkenalkan inovasi sederhana berupa spray anti-tikus berbahan perasan mengkudu (Morinda citrifolia) yang difermentasi sebagai bagian dari edukasi pengendalian vektor. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2025 di Dusun Salam Krajan, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Intervensi meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan spray anti-tikus (fermentasi perasan mengkudu), diskusi, serta survei pengetahuan menggunakan kuesioner 22 butir. Data dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 50 responden berpartisipasi. Tingkat pengetahuan berada pada kategori cukup sebanyak 64% (32 orang) dan kategori baik 36% (18 orang). Butir dengan proporsi jawaban benar terendah adalah pengetahuan mengenai manifestasi ikterus (20%) dan kerusakan hati (16%). Mayoritas responden menyebut petugas kesehatan (100%) dan media (96%) sebagai sumber informasi. Edukasi berbasis komunitas melalui pendekatan Smart Health Village dan demonstrasi inovasi spray anti-tikus berpotensi meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Temuan kuesioner menunjukkan perlunya penekanan materi tentang penyebab leptospirosis (bakteri) dan tanda bahaya/komplikasi (ikterus, gangguan hati) serta penguatan pesan pencegahan berbasis sanitasi dan pengendalian tikus.

Downloads

Published

2026-06-30