Edukasi Hidrasi sebagai Upaya Pencegahan Gangguan Fungsi Ginjal pada Tenaga Kesehatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Tipe A
DOI:
https://doi.org/10.30644/ecssyh58Keywords:
hidrasi, fungsi ginjal, tenaga kesehatan, IGD, edukasiAbstract
Tenaga kesehatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) memiliki risiko tinggi mengalami dehidrasi akibat beban kerja yang tinggi, penggunaan alat pelindung diri dalam waktu lama, serta keterbatasan waktu untuk minum selama bekerja. Kondisi dehidrasi yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tenaga kesehatan mengenai pentingnya hidrasi untuk menjaga kesehatan ginjal. Kegiatan dilaksanakan di IGD salah satu Rumah Sakit Tipe A dengan metode penyuluhan interaktif, pembagian media edukasi, diskusi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 35 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga penunjang medis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rerata nilai pengetahuan peserta dari 62,4 sebelum edukasi menjadi 88,7 setelah edukasi. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai kebutuhan cairan harian, tanda dehidrasi, dampak dehidrasi terhadap fungsi ginjal, serta langkah-langkah pencegahan gangguan ginjal melalui pemenuhan asupan cairan yang adekuat, pengaturan jadwal minum selama bekerja, pemantauan warna urin, dan menghindari kebiasaan menahan buang air kecil. Kegiatan edukasi ini efektif meningkatkan kesadaran tenaga kesehatan mengenai pentingnya hidrasi sebagai upaya preventif untuk menjaga fungsi ginjal di lingkungan kerja dengan beban tinggi (p<0,05). Edukasi berkelanjutan mengenai perilaku hidrasi yang sehat diharapkan dapat mendukung pencegahan gangguan fungsi ginjal pada tenaga kesehatan.
Kata kunci : hidrasi, fungsi ginjal, tenaga kesehatan, IGD, edukasi




