Edukasi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Pada Petani Di Desa Kasang Kota Karang Kecamatan Kumpeh Ulu
DOI:
https://doi.org/10.30644/jrzwkv51Keywords:
Petani, Pestisida, Pengendalian Hama TerpaduAbstract
Penggunaan pestisida tidak terkontrol dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan petani. Dampak dari paparan pestisida seperti gangguan pernapasan, gangguan sistem saraf, bahkan risiko kanker. Di Desa Kasang Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, petani masih bergantung pada pestisida sintetis dengan berbagai jenis insektisida, fungisida, dan bakterisida yang digunakan secara intensif. Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan strategi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia. Oleh karena itu, edukasi dan pelatihan terkait PHT diperlukan untuk meningkatkan kesadaran petani tentang metode pertanian berkelanjutan dan kesehatan kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang konsep dan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), mengembangkan keterampilan petani dalam mengidentifikasi hama, penyakit tanaman, dan musuh alami, Melatih petani dalam menerapkan berbagai teknik PHT yang lebih aman dan efisien, mendorong adopsi praktik pertanian berkelanjutan untuk mengurangi risiko paparan pestisida dan mengedukasi petani dalam pencegahan dampak kesehatan akibat paparan pestisida. Pelaksanaan edukasi PHT dengan metode ceramah, diskusi, pemutaran video tentang PHT dan pestisida sintetis. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan petani setelah mengikuti kegiatan edukasi, dari sebelumnya 73,33% pada kategori rendah menjadi hanya 20%, serta peningkatan pengetahuan tinggi dari 26,67% menjadi 80%. Kegiatan edukasi pengendalian hama terpadu bagi petani perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan didampingi oleh penyuluh pertanian dan tenaga kesehatan agar petani dapat menerapkan dengan baik di area pertanian.




