Deteksi Dini Masalah Kesehatan Mental dan Penanganannya bagi Remaja di Era Digital SMA Negeri I Ngemplak Sleman

Authors

  • agnes wijayanti stikes wira husada yogyakarta
  • Andri Purwandari2 Keperawatan Program Diploma Tiga STIKES Wira Husada Yogyakarta, Prodi Kebidanan STIKES Akbid Yogyakarta
  • Murgi Handari Keperawatan Program Diploma Tiga STIKES Wira Husada Yogyakarta, Prodi Kebidanan STIKES Akbid Yogyakarta
  • Istichomah Keperawatan Program Diploma Tiga STIKES Wira Husada Yogyakarta, Prodi Kebidanan STIKES Akbid Yogyakarta
  • Firmina Theresia Kora1 Keperawatan Program Diploma Tiga STIKES Wira Husada Yogyakarta, Prodi Kebidanan STIKES Akbid Yogyakarta
  • Eny Retna Ambarwati Keperawatan Program Diploma Tiga STIKES Wira Husada Yogyakarta, Prodi Kebidanan STIKES Akbid Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.30644/whrznd96

Keywords:

Deteksi dini, Edukasi kesehatan mental, penanganan stress, remaja

Abstract

Prevalensi masalah kesehatan mental pada remaja Indonesia menunjukkan tren peningkatan, terutama dipicu oleh tekanan akademik, dinamika pergaulan, dan intensitas penggunaan media sosial. Sayangnya, minimnya literasi deteksi dini dan strategi penanganan mandiri menyebabkan gejala depresi, kecemasan, dan stres sering tidak teridentifikasi secara tepat waktu. Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan praktis untuk menjaga kesejahteraan psikologis serta kemampuan mengidentifikasi gangguan mental secara dini. Pengabdian melibatkan 31 siswa SMAN 1 Ngemplak Sleman dalam satu sesi intensif selama tiga jam, mencakup edukasi deteksi dini, dampak teknologi, dan teknik penanganan sederhana. Keberhasilan diukur menggunakan kuesioner pengetahuan pretest-posttest. Terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan. Sebelum kegiatan, distribusi pengetahuan meliputi kategori kurang (3,2%), cukup (38,7%), dan baik (58,1%). Pasca-intervensi, kategori kurang tereliminasi, dengan komposisi cukup (32,3%) dan baik meningkat menjadi 67,7%. Seluruh peserta juga berhasil menginternalisasi tanda awal gangguan mental, kesadaran kritis terhadap dampak negatif media sosial, serta kesiapan mencari bantuan profesional. Kegiatan terbukti efektif memperkuat literasi kesehatan mental remaja.

Downloads

Published

2026-06-30