Deteksi Dini Masalah Kesehatan Mental dan Penanganannya bagi Remaja di Era Digital SMA Negeri I Ngemplak Sleman
DOI:
https://doi.org/10.30644/whrznd96Kata Kunci:
Deteksi dini, Edukasi kesehatan mental, penanganan stress, remajaAbstrak
Prevalensi masalah kesehatan mental pada remaja Indonesia menunjukkan tren peningkatan, terutama dipicu oleh tekanan akademik, dinamika pergaulan, dan intensitas penggunaan media sosial. Sayangnya, minimnya literasi deteksi dini dan strategi penanganan mandiri menyebabkan gejala depresi, kecemasan, dan stres sering tidak teridentifikasi secara tepat waktu. Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan praktis untuk menjaga kesejahteraan psikologis serta kemampuan mengidentifikasi gangguan mental secara dini. Pengabdian melibatkan 31 siswa SMAN 1 Ngemplak Sleman dalam satu sesi intensif selama tiga jam, mencakup edukasi deteksi dini, dampak teknologi, dan teknik penanganan sederhana. Keberhasilan diukur menggunakan kuesioner pengetahuan pretest-posttest. Terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan. Sebelum kegiatan, distribusi pengetahuan meliputi kategori kurang (3,2%), cukup (38,7%), dan baik (58,1%). Pasca-intervensi, kategori kurang tereliminasi, dengan komposisi cukup (32,3%) dan baik meningkat menjadi 67,7%. Seluruh peserta juga berhasil menginternalisasi tanda awal gangguan mental, kesadaran kritis terhadap dampak negatif media sosial, serta kesiapan mencari bantuan profesional. Kegiatan terbukti efektif memperkuat literasi kesehatan mental remaja.




