Skrining Kesehatan Lansia sebagai Upaya Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular
DOI:
https://doi.org/10.30644/6kz47146Keywords:
penyakit tidak menular, diabetes melitus, hipertensi, deteksi dini, apotek komunitas, lansiaAbstract
Penyakit tidak menular (PTM), khususnya hipertensi dan diabetes melitus, merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat pada kelompok lanjut usia serta berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak terdeteksi sejak dini. Apotek komunitas memiliki peran strategis sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat untuk mendukung upaya skrining dan edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan deteksi dini faktor risiko hipertensi dan diabetes melitus pada lansia melalui pemeriksaan kesehatan dan edukasi berbasis hasil skrining. Kegiatan dilaksanakan di Apotek Vita Plus Kota Tarakan, Kalimantan Utara, menggunakan metode skrining deskriptif dengan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu menggunakan Point of Care Testing (POCT), disertai konseling individual oleh apoteker. Hasil skrining menunjukkan bahwa 59% peserta memiliki tekanan darah normal, 25% normal tinggi, 15% hipertensi derajat 1, dan 1% hipertensi derajat 2. Pemeriksaan gula darah sewaktu menunjukkan 12,7% peserta berada pada kategori normal, 45,5% pre-diabetes, dan 41,8% diabetes. Tingginya proporsi peserta dengan kadar gula darah di atas normal menunjukkan perlunya peningkatan upaya promotif dan preventif di tingkat komunitas. Kegiatan ini menegaskan bahwa apotek komunitas berperan penting dalam deteksi dini, edukasi kesehatan, dan pencegahan komplikasi penyakit tidak menular pada populasi lansia
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright © Jurnal Pengabdian Harapan Ibu
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




