Pemberdayaan Kader Melalui Pendampingan Diabetes Self-Management Education Di RW 4 Kelurahan Ngesrep Semarang
DOI:
https://doi.org/10.30644/rrwpzh66Keywords:
Diabetes Melitus, Diabetes Self-Management Education, KaderAbstract
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia dan menjadi penyebab utama berbagai komplikasi kronis apabila tidak dikelola dengan baik. Banyak penderita diabetes melitus belum memiliki pemahaman yang memadai terkait pengelolaan penyakit secara mandiri, seperti pengaturan pola makan, aktivitas fisik, pemantauan kadar gula darah, kepatuhan minum obat, serta pencegahan komplikasi. Kondisi ini diperberat dengan keterbatasan peran kader kesehatan dalam memberikan pendampingan berkelanjutan di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan kader melalui pendekatan Diabetes Self-Management Education (DSME). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam manajemen diabetes melalui pendampingan DSME. Kegiatan dilaksanakan pada kader di wilayah mitra dengan metode edukasi dan pelatihan selama dua hari. Tahap awal kegiatan meliputi penyuluhan tentang konsep dasar diabetes melitus, prinsip DSME, pengaturan diet, aktivitas fisik, pemantauan gula darah, kepatuhan terapi, serta pencegahan komplikasi. Selanjutnya, kader diberikan pelatihan keterampilan pendampingan dan mempraktikkan edukasi manajemen diabetes yang dapat diterapkan kepada penderita diabetes di lingkungan masyarakat. Tahap evaluasi dilakukan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader setelah kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam manajemen diabetes berbasis Diabetes Self-Management Education (DSME). Rata-rata skor pengetahuan kader meningkat dari 66,40 sebelum edukasi menjadi 78,25 setelah intervensi. Selain itu, kader juga mengalami peningkatan keterampilan dalam melakukan pendampingan DSME, meliputi edukasi pola makan, aktivitas fisik, pemantauan gula darah, kepatuhan minum obat, serta pencegahan komplikasi diabetes secara tepat dan aplikatif.menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader dalam manajemen diabetes berbasis DSME. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan kader mampu berperan aktif dalam mendampingi penderita diabetes, memberikan edukasi kesehatan secara berkelanjutan, serta mendukung pengendalian diabetes di masyarakat sehingga dapat menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes melitus.




