Pengolahan Produk GALOHERBA Berbasis Madu Kelulut untuk Mendukung Usaha Berkelanjutan Desa Sikalang
DOI:
https://doi.org/10.30644/7ecfg062Keywords:
GALOHERBA, Madu kelulut, Pemberdayaan masyarakat, Edukasi herbal, Usaha berkelanjutanAbstract
Desa Sikalang, Kota Sawahlunto memiliki potensi sumber daya lokal berupa madu kelulut dan tanaman herbal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Namun, pemanfaatan potensi tersebut masih belum optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah serta menyajikan produk herbal yang higienis dan memiliki daya saing. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui pelatihan pengolahan dan penyajian produk GALOHERBA sebagai upaya mendukung usaha madu kelulut berkelanjutan. Sasaran kegiatan meliputi anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Sikalang Permai dan kelompok penyandang disabilitas di Desa Sikalang. Metode yang digunakan meliputi pre-test, edukasi dan penyuluhan, demonstrasi, pelatihan praktik pengolahan dan penyajian produk GALOHERBA, serta evaluasi melalui post-test dan observasi keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai potensi dan manfaat produk GALOHERBA, dari 36% sebelum edukasi menjadi 86% setelah edukasi. Keterlibatan kelompok disabilitas dalam kegiatan menunjukkan bahwa pengembangan usaha berbasis potensi lokal dapat dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya berperan sebagai sarana edukasi, inovasi produk herbal, dan pemberdayaan masyarakat tetapi juga mendukung peningkatan usaha dan kesejahteraan masyarakat Desa Sikalang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright © Jurnal Pengabdian Harapan Ibu
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




