Penguatan Kesiapsiagaan Pertolongan Pertama melalui Pelatihan Balut Bidai Siswa SMAN 3 Subang

Authors

  • Dzikra Fitria Amita Prodi D3 Keperawatan, Jurusan Keperawatan, Politeknik Negeri Subang
  • Yudisa Diaz Lutfi Sandi Prodi D3 Keperawatan, Jurusan Keperawatan, Politeknik Negeri Subang
  • Tsania Ayu Zaharany Prodi D3 Keperawatan, Jurusan Keperawatan, Politeknik Negeri Subang
  • Novian Mahayu Adiutama Prodi D3 Keperawatan, Jurusan Keperawatan, Politeknik Negeri Subang
  • Eva ratna Riantika Prodi D3 Keperawatan, Jurusan Keperawatan, Politeknik Negeri Subang
  • Kristianto Dwi Nugroho Prodi D3 Keperawatan, Jurusan Keperawatan, Politeknik Negeri Subang
  • Nuridha Fauziah Prodi D3 Keperawatan, Jurusan Keperawatan, Politeknik Negeri Subang
  • Fitri Handayani Prodi D3 Keperawatan, Jurusan Keperawatan, Politeknik Negeri Subang
  • Sartika Rajagukguk Prodi D3 Keperawatan, Jurusan Keperawatan, Politeknik Negeri Subang

DOI:

https://doi.org/10.30644/hm4rvt94

Keywords:

balut bidai, palang merah remaja, pelatihan; keterampilan; siswa SMA

Abstract

Lingkungan sekolah merupakan salah satu tempat yang berpotensi terjadinya kejadian kegawatdaruratan seperti pingsan, mimisan, luka terbuka, dan cedera akibat aktivitas olahraga. Siswa yang pertama kali menemukan korban sering berupaya memberikan pertolongan tanpa bekal keterampilan yang memadai sehingga berisiko memperberat kondisi korban. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan balut bidai di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada 29 Juli 2026 di Aula SMA Negeri 3 Subang dengan 25 peserta yang terdiri atas anggota Palang Merah Remaja dan siswa lain yang terdaftar mengikuti kegiatan. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu edukasi berupa pemaparan materi, simulasi melalui peragaan oleh dosen, serta implementasi mandiri oleh peserta dalam lima kelompok yang bekerja serentak selama 20 menit. Penilaian keterampilan dilakukan menggunakan lembar observasi. Peserta didominasi perempuan (64%) dan berasal dari kelas XI (68%). Seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti. Hasil penilaian keterampilan menunjukkan skor total berturut-turut 27, 29, 20, 23, dan 20 dengan rata-rata 23,8 dan koefisien variasi 17,2%, yang menggambarkan sebaran capaian antarkelompok relatif homogen, serta seluruh kelompok mampu menyelesaikan rangkaian prosedur dalam waktu yang tersedia. Kegiatan ini efektif membekali siswa sebagai penolong pertama dan disarankan dilaksanakan secara berkala.

Downloads

Published

2026-10-30