Hubungan Pengetahuan Penderita TB Paru, Pelayanan Kesehatan dan Pengawas Menelan Obat terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien

Authors

  • Yuliawati Yuliawati STIKES HARAPAN IBU JAMBI
  • Hayatul Rahmi Program Studi Farmasi, STIKES Harapan Ibu, Jambi
  • Rizky Yulion Putra Program Studi Farmasi, STIKES Harapan Ibu, Jambi
  • Wely Yantari Program Studi Farmasi, STIKES Harapan Ibu, Jambi
  • Wely Yantari Program Studi Farmasi, STIKES Harapan Ibu, Jambi

DOI:

https://doi.org/10.30644/rik.v7i1.123

Keywords:

Tuberkulosis, PMO, Kepatuhan

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, termasuk Indonesia. Untuk mencapai kesembuhan diperlukan kepatuhan berobat bagi setiap penderita. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan penderita TB Paru, pelayanan kesehatan dan pengawas menelan obat terhadap tingkat kepatuhan berobat di Rumah Sakit X Jambi Tahun 2015.

Metode : Sampel penelitian adalah pasien yang didiagnosa TB Paru dengan pengobatan fase lanjutan rawat jalan di poliklinik DOTS TB paru Rumah Sakit X Jambi pada Agustus – Oktober yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 24 orang. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariat (Spearman’s correlation).

Hasil :Hasil analisis Spearman’s menunjukkan bahwa tidak terdapat terdapat hubungan pengetahuan dengan  dengan kepatuhan berobat (p-value=0.243), terdapat hubungan signifikan antara pelayanan kesehatan dengan kepatuhan berobat (p-value=0.000), terdapat hubungan signifikan antara PMO dengan kepatuhan berobat (p-value=0.000).

Kesimpulan :Terdapat hubungan pengetahuan penderita TB Paru, pelayanan kesehatan dan pengawas menelan obat terhadap tingkat kepatuhan berobat di Rumah Sakit X Jambi Tahun 2015.

 

Published

2026-06-05 — Updated on 2018-06-30

Most read articles by the same author(s)